Gagal Terus Karena Gugup? Aipda Andik Punya Solusi Pelatihan Khusus Pemohon SIM Roda Dua


Bagi banyak orang, ujian praktik SIM roda dua seringkali lebih menegangkan daripada ujian teori, dan rasa gugup inilah yang kerap membuat peserta gagal meskipun sebenarnya bisa mengendarai motor. Satlantas Polres Nganjuk melalui program Polantas Menyapa menjawab masalah ini dengan menggelar pelatihan singkat bagi para pemohon SIM yang akan mengikuti ujian praktik di Satpas SIM Polres Nganjuk pada Selasa (26/5/2026). Dipandu langsung oleh Aipda Andik Sujatmiko, pelatihan ini memberikan pembekalan dasar tentang teknik mengendalikan motor secara baik dan benar, mulai dari keseimbangan, pengaturan gas, hingga cara bermanuver di lintasan ujian. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk pelayanan edukatif Polri agar masyarakat tidak hanya memperoleh SIM secara administratif, tetapi juga memiliki kemampuan berkendara yang baik dan rasa percaya diri yang tinggi.

Aipda Andik Sujatmiko tidak sekadar memberi teori, ia turun langsung ke lintasan praktik memandu peserta satu per satu dengan pendekatan yang sabar dan humanis. Ia mengajarkan teknik menjaga keseimbangan saat start awal yang sering menjadi penyebab peserta kehilangan poin, serta cara mengatur gas dan rem dengan halus agar motor tidak tersendat atau mendadak berhenti. Para peserta yang awalnya terlihat tegang perlahan mulai tersenyum dan lebih percaya diri setelah mendapatkan arahan langsung dari petugas yang ramah dan berpengalaman. Beberapa peserta yang sebelumnya sudah beberapa kali gagal ujian mengaku bahwa pelatihan ini membantu mereka memahami kesalahan-kesalahan lama yang tidak pernah disadari.

Kasat Lantas Polres Nganjuk AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa kegiatan pendampingan seperti ini menjadi bagian dari inovasi pelayanan humanis Satlantas yang tidak hanya mengejar angka kelulusan tetapi juga kualitas berkendara jangka panjang. Menurutnya, setelah dinyatakan lulus, para pemohon diharapkan benar-benar memiliki kemampuan berkendara yang aman, disiplin, dan bertanggung jawab di jalan raya, bukan sekadar bisa lulus ujian. Pelatihan ini juga menjadi wadah bagi petugas untuk mengedukasi tentang pentingnya perlengkapan berkendara, seperti helm yang benar, jaket, dan sepatu tertutup, yang kerap diabaikan oleh pemohon. Dengan pendekatan yang edukatif, Satlantas berharap budaya tertib berlalu lintas bisa ditanamkan sejak sebelum seseorang mendapatkan SIM.

Melalui program Polantas Menyapa, Satlantas Polres Nganjuk terus berupaya menghadirkan pelayanan yang profesional, edukatif, dan humanis demi menciptakan budaya tertib berlalu lintas di wilayah Kabupaten Nganjuk. Aipda Andik berpesan kepada para peserta bahwa kunci utama berkendara yang aman adalah ketenangan, konsentrasi, dan kebiasaan menggunakan perlengkapan keselamatan. Para peserta yang telah mengikuti pelatihan pun mengaku lebih siap dan tidak lagi merasa was-was menghadapi ujian praktik yang sesungguhnya. Pada akhirnya, program ini membuktikan bahwa dengan sedikit pendampingan, rasa gugup bisa diubah menjadi percaya diri, dan kegagalan bisa diubah menjadi kelulusan yang membanggakan.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar