Urban farming kini kian dilirik masyarakat perkotaan, dan AIPTU Saktian Suryani, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjunganom, Polsek Warujayeng, menjadi motor penggeraknya dengan memanfaatkan paralon sebagai media vertikultur. Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang ia pantau pada Selasa (5/5/2026) ini menanam bawang putih di pekarangan rumah warga binaannya, sebuah solusi brilian bagi mereka yang tidak memiliki lahan luas. Metode vertikultur menggunakan paralon dinilai hemat tempat, mudah dirawat, serta mampu menghasilkan tanaman sayur yang cukup untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Warga Tanjunganom pun mulai berbondong-bondong meniru cara ini karena mereka bisa memanen bawang putih sendiri tanpa harus terus membeli di pasar.
Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menyampaikan bahwa konsep urban farming yang dikembangkan melalui Pekarangan Pangan Bergizi adalah bentuk jawaban atas tantangan keterbatasan lahan di wilayah perkotaan. “Kami mendorong anggota untuk terus menghadirkan inovasi bersama masyarakat, terutama di wilayah urban yang lahannya terbatas, agar setiap sudut pekarangan tetap bisa dimanfaatkan menjadi sumber pangan keluarga,” ujarnya. Bawang putih memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan sayuran lain, dan permintaannya selalu stabil sepanjang tahun. Dengan menanam sendiri, keluarga bisa menghemat pengeluaran belanja dapur sekaligus mendapatkan produk yang bebas pestisida kimia berlebihan.
Di lapangan, AIPTU Saktian Suryani melakukan monitoring perkembangan tanaman bawang putih sekaligus memberikan motivasi kepada warga agar terus mengembangkan konsep urban farming. Ia menunjukkan cara menyusun paralon secara vertikal bertingkat sehingga satu meter persegi lahan bisa menghasilkan puluhan batang bawang putih. Warga yang semula ragu karena mengira bertanam itu sulit mulai berubah pikiran setelah melihat sendiri bahwa perawatannya hanya perlu penyiraman rutin dan pemupukan sesekali dengan pupuk organik dari sisa dapur. Beberapa warga bahkan sudah mulai bereksperimen dengan menanam cabai dan tomat menggunakan metode yang sama, memperkaya ragam sayuran yang dihasilkan dari pekarangan mereka.
Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh peran Bhabinkamtibmas dalam mendorong kreativitas masyarakat memanfaatkan lahan terbatas. “Urban farming seperti ini menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan bukan halangan untuk mendukung ketahanan pangan. Justru dengan inovasi, pekarangan sempit bisa menjadi lahan yang sangat produktif,” ujarnya. Melalui kegiatan pemantauan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat perkotaan semakin sadar bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar rumah. Sebatang paralon bekas dan segenggam bibit bawang putih, jika dikelola dengan tekad dan konsistensi, bisa menjadi sumber sayuran yang tak kalah melimpah dari kebun di tanah luas.(Avs)

0 Komentar