Sawo dan Kelengkeng Menjadi Primadona Baru di Pekarangan Sidoharjo Berkat AIPDA Sugeng


Bayangkan pekarangan rumah yang tadinya hanya ditumbuhi rumut liar, kini berubah menjadi tempat pembibitan buah bernilai jual. Itulah yang terjadi di Desa Sidoharjo, Nganjuk, sejak Senin (4/5/2026) ketika AIPDA Sugeng, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng, gencar memantau program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Fokus kali ini bukan pada cabai atau tomat, melainkan pada bibit sawo dan kelengkeng yang dinilai memiliki prospek jangka panjang. AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan bahwa pemanfaatan pekarangan tidak harus terbatas pada tanaman sayur musiman. Menurutnya, pembibitan buah adalah investasi yang kelak bisa dipanen berkali-kali tanpa perlu menanam ulang.

AIPDA Sugeng tidak hanya datang, melihat, lalu pergi. Ia memeriksa satu per satu media tanam, memastikan kelembaban tanah, dan mengajarkan warga cara menyemai bibit yang benar agar tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 90 persen lebih. Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, menegaskan bahwa dirinya akan terus mendorong setiap Bhabinkamtibmas untuk memiliki program inovatif seperti ini. Baginya, pekarangan yang produktif adalah benteng pertama ketahanan pangan di tingkat keluarga. Sawo dan kelengkeng dipilih karena daya tahannya yang baik serta potensi ekonominya yang tidak pernah turun meskipun musim berganti.

Kini, warga Sidoharjo mulai berbondong-bondong membersihkan pekarangan mereka. Mereka belajar dari AIPDA Sugeng bahwa lahan sempit sekalipun bisa menghasilkan uang jika dikelola dengan benar. Bibit sawo dan kelengkeng yang ia pantau tumbuh hijau dan sehat, menandakan bahwa metode pendampingan ini berhasil. Ke depan, diharapkan hasil panen buah-buahan ini bisa menjadi oleh-oleh khas desa sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi setiap keluarga. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar