Bayangkan kamu akan ujian teori SIM, tapi masih bingung membedakan rambu belok kiri dengan rambu masuk jalan sempit. Nah, di Satpas Polres Nganjuk, Senin (4/5/2026), kekhawatiran itu dijawab oleh program Polantas Menyapa. Aiptu Didik memberikan kursus kilat gratis kepada para pemohon SIM, lengkap dengan materi rambu, marka jalan, etika berkendara, dan safety riding. Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menjelaskan bahwa pembekalan ini penting agar SIM tidak sekadar menjadi dokumen formal. Menurutnya, pengendara yang memahami aturan akan lebih selamat di jalan dibandingkan mereka yang hanya pintar menjawab soal tanpa pemahaman.
Dalam kursus singkat tersebut, Aiptu Didik menggunakan metode belajar santai tapi serius. Ia menunjukkan gambar-gambar rambu peringatan, rambu larangan, dan rambu petunjuk satu per satu, lalu meminta peserta menyebutkan artinya. Yang salah tidak dimarahi, justru diberi penjelasan lucu agar mudah diingat. Selain rambu, ia juga membahas soal prioritas di persimpangan, cara aman melewati zebra cross, serta larangan menggunakan ponsel saat mengemudi. Kasat Lantas Polres Nganjuk, AKP Ivan Danara Oktavian, menambahkan bahwa pendampingan sejak awal ini terbukti efektif menekan tingkat kegagalan ujian teori sekaligus menciptakan pemohon yang lebih percaya diri.
Para peserta yang datang dengan wajah tegang perlahan berubah rileks. Mereka mengaku sangat terbantu, bahkan beberapa di antaranya berhasil menjawab semua pertanyaan simulasi dengan benar setelah mengikuti kursus kilat. Satlantas Polres Nganjuk berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pemohon SIM. Karena pada akhirnya, yang dihasilkan bukan hanya pengemudi yang legal secara administrasi, tetapi juga pengguna jalan yang sadar bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar