Di balik seragam dan pangkat, ada hati yang ingin dekat dengan rakyat. Itulah yang ditunjukkan AKBP Harto Agung Cahyono saat memimpin langsung penyaluran bansos di Desa Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Jumat (8/5/2026), ia bersama pejabat utama Polres Pasuruan mendatangi rumah per rumah warga kurang mampu, bukan melalui kantor desa atau balai pertemuan. Setiap paket bantuan diserahkan dengan obrolan santai, menanyakan kabar anak-anak, stok beras di dapur, serta kesehatan lansia di keluarga tersebut. Kepala Desa Samsul Arifin bertugas menunjukkan prioritas penerima, tetapi Kapolres sendiri yang memutuskan langsung di lokasi.
Setelah pembagian bansos selesai, rombongan tidak langsung pulang. Mereka berjalan menuju Masjid Al Huda di Desa Mangguan untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah bersama warga. Momen ini dimanfaatkan untuk semakin merapatkan hubungan, karena di dalam masjid, pangkat dan jabatan tidak terlihat, yang ada adalah kesamaan sebagai hamba yang bersujud. Usai salat, Kapolres dan jajaran mengeluarkan ratusan nasi bungkus dari mobil komando, lalu membagikannya kepada jamaah yang masih duduk di saf salat. Wajah-wajah khas masyarakat pesisir utara itu tersenyum lebar, ada yang bahkan tidak menyangka langsung menerima makanan hangat.
AKBP Harto juga menyampaikan imbauan kamtibmas dengan bahasa yang santai namun membumi. Ia mengingatkan pentingnya ronda malam, menjaga anak-anak dari pergaulan bebas, serta waspada terhadap penipuan modus baru yang menyasar desa. Samsul Arifin mengaku bangga karena polisi hadir tidak hanya saat terjadi masalah, tetapi juga dalam kebersamaan seperti ini. Dari Ngantungan, ada cerita baru tentang polisi yang tidak ditakuti, tetapi dirindukan kehadirannya.(Avs)

0 Komentar