Siapa bilang pekarangan rumah hanya berguna untuk taman bunga atau jemuran? Warga Desa Getas, Nganjuk, membuktikan sebaliknya melalui pemanfaatan greenhouse sederhana yang ditanami berbagai sayuran bergizi. Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) ini digerakkan oleh BRIPKA Moch. Muhajir, Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng. Ia rutin memantau kondisi tanaman dan berdialog dengan pemilik greenhouse soal kendala perawatan. Ide awalnya sederhana, membuat struktur kecil dari bambu dan plastik bening agar tanaman terlindung dari panas terik maupun hujan deras sekaligus menekan serangan ulat dan hama lainnya.
Sistem tanam dalam greenhouse terbukti lebih efisien karena warga bisa mengatur jadwal tanam tanpa takut gagal panen akibat cuaca ekstrem. Di lahan yang hanya beberapa meter persegi, warga Getas berhasil menanam sawi, selada, tomat ceri, hingga terong. Setiap sudut greenhouse dimanfaatkan semaksimal mungkin. Selain itu, ketersediaan sayuran segar setiap hari membuat ibu-ibu rumah tangga tidak perlu lagi belanja sayur ke pasar setiap pagi. Dari sisi ekonomi keluarga, ini adalah penghematan besar plus asupan gizi yang terjamin. Bhabinkamtibmas juga membantu mencatat perkembangan tanaman sebagai bahan evaluasi bersama.
Polres Nganjuk di bawah pimpinan AKBP Suria Miftah Irawan menganggap greenhouse sederhana ini sebagai contoh nyata bahwa program ketahanan pangan bisa dimulai dari unit terkecil masyarakat. Kapolsek Warujayeng, Kompol H. Ahmad Junaedi, menginstruksikan seluruh jajaran untuk aktif mencari potensi serupa di desa masing-masing. Bukan sekadar perintah, melainkan ajakan untuk berinovasi bersama masyarakat. Melalui pendampingan berkelanjutan, ketahanan pangan tidak lagi terdengar seperti konsep besar di atas kertas, melainkan sesuatu yang bisa dipanen setiap minggu dari pekarangan sendiri.(Avs)

0 Komentar