Di Desa Jekek, Kecamatan Baron, Nganjuk, tugas seorang polisi rupanya berkembang melampaui ekspektasi banyak orang. Aipda Suharto, Bhabinkamtibmas setempat, pada Jumat (5/6/2026) tidak sedang sibuk dengan patroli atau menyelesaikan konflik antarwarga. Sebaliknya, ia terlihat asyik memantau kolam perikanan lele milik warga binaannya, sambil berdiskusi serius tentang kualitas pakan, sirkulasi air, dan jadwal panen yang ideal. Inilah transformasi peran polisi desa yang kini juga menjadi konsultan perikanan andalan bagi masyarakatnya.
Warga Jekek pun menyambut hangat kehadiran Aipda Suharto di setiap kesempatan. Mereka tidak perlu mencari penyuluh perikanan ke luar desa karena pendampingan sudah tersedia dari sosok yang mereka kenal dan percaya. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa program budidaya lele ini adalah bagian dari upaya Polri mendorong ketahanan pangan nasional dari tingkat keluarga. Ikan lele dipilih karena mudah dibudidayakan, cepat panen, dan selalu dibutuhkan sebagai sumber protein hewani yang terjangkau.
Aipda Suharto tidak hanya memberikan teori, ia turun langsung mengecek kondisi kolam, pertumbuhan ikan, dan ketersediaan pakan setiap kali berkunjung. Kapolsek Baron AKP Roni Andreas Suharto menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung keterlibatan anggota dalam pendampingan sektor produktif seperti perikanan. Hasilnya, warga yang awalnya ragu mencoba budidaya lele kini semakin percaya diri mengelola kolam mereka sendiri dengan pendampingan yang konsisten.
Dari Jekek, cerita baru tentang polisi desa mulai terukir. Bukan hanya sebagai penjaga keamanan malam, Aipda Suharto kini juga menjadi mitra terpercaya dalam urusan pangan dan ekonomi. Lele-lele yang tumbuh subur di kolam warga adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara polisi dan masyarakat bisa menghasilkan sesuatu yang bergizi, bernilai jual, dan berkelanjutan.(Avs)

0 Komentar