Usai Aksi Damai, Pagar Nusa Pilih Istighosah: Kapolres Nganjuk Sebut Ini Langkah Bijak


Setelah gelombang aspirasi mengalir deras di depan Kantor Pengadilan Negeri Nganjuk, para anggota Pagar Nusa memilih jalan yang lebih tennam namun sarat makna. Pada Rabu (3/6/2026), sekitar 500 anggota PSNU Pagar Nusa se-Kabupaten Nganjuk berkumpul untuk menggelar Istighosah Doa Bersama dan Hizib Nashr yang dipimpin Gus Ali Magfur Saufan Zirziz. Kegiatan yang bertanggung jawab atas nama L.S Hariana selaku Ketua PAC PSNU Pagar Nusa Berbek ini menjadi penutup yang indah dari rangkaian aksi damai yang sebelumnya berjalan tertib tanpa gesekan berarti dengan aparat keamanan.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menjaga ketertiban serta mematuhi arahan petugas keamanan, baik saat aksi damai maupun saat kegiatan istighosah. Menurutnya, memilih untuk melanjutkan semangat perjuangan ke dalam ruang spiritual adalah langkah bijak yang menunjukkan kedewasaan organisasi. Gus Ali Magfur pun membalas dengan mengapresiasi Polres Nganjuk atas pengamanan humanis yang dilakukan selama aksi damai berlangsung hingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Pernyataan ini menjadi simbol bahwa aparat dan masyarakat bisa saling menghormati meskipun berbeda posisi.

Di balik gelaran istighosah ini, ada pesan mendalam yang ingin disampaikan Pagar Nusa kepada publik. Kasus pengeroyokan yang merenggut nyawa MN telah menggugah kepedulian mereka, namun mereka tidak ingin kemarahan melahirkan tindakan anarkis. Sebaliknya, mereka memilih untuk berdoa, memohon kekuatan kepada Yang Maha Kuasa agar keadilan benar-benar ditegakkan. Gus Ali Magfur mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga persaudaraan, keamanan, serta mempercayakan proses hukum yang sedang berjalan kepada pihak berwenang, sebuah pesan yang menyejukkan di tengah situasi yang berpotensi panas.

Kegiatan Istighosah dan Hizib Nashr tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan penuh harap: untuk keamanan dan kedamaian Kabupaten Nganjuk, serta harapan agar seluruh proses hukum dapat berjalan dengan adil dan kondusif. Dari Nganjuk, sebuah cerita baru tentang aksi damai yang berakhir dengan doa bersama terukir sebagai memori kolektif. Kapolres dan pimpinan Pagar Nusa berdiri dalam satu visi bahwa penyelesaian masalah terbaik adalah melalui jalur hukum dan spiritual, bukan kekerasan. Inilah bukti bahwa kedewasaan berdemokrasi di Nganjuk terus bertumbuh.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar