KOTA MOJOKERTO- Polres Mojokerto Kota bertindak cepat membubarkan aksi konvoi yang melibatkan puluhan pemuda di tiga lokasi berbeda—Sekar Putih, Kedundung, dan Joging Track—pada Selasa malam (16/6/2026), setelah menerima laporan masyarakat tentang gangguan ketertiban dan keamanan yang meresahkan warga. Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu Suhartanto menjelaskan bahwa patroli petugas dilakukan setelah mendapatkan informasi tentang adanya kelompok pemuda yang tengah melakukan kegaduhan di sepanjang Jalan Joging Track, yang kemudian berkembang hingga ke dua lokasi lainnya.
Dari hasil pengamanan, petugas berhasil mengamankan 80 pemuda beserta puluhan unit sepeda motor yang langsung dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota untuk pemeriksaan awal. Puluhan sepeda motor yang diamankan kemudian ditangani oleh Satlantas Polres Mojokerto Kota untuk dilakukan penindakan berupa tilang, karena ditemukan sejumlah pelanggaran lalu lintas seperti penggunaan knalpot brong, kendaraan tanpa nomor polisi, dan kelengkapan kendaraan yang tidak sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI).
Sementara 80 pemuda diserahkan ke Satsamapta Polres Mojokerto Kota untuk dilakukan pembinaan, dan setelah proses pembinaan selesai, mereka dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Namun, satu pemuda harus menjalani pendalaman oleh Satreskrim Polres Mojokerto Kota karena petugas menemukan satu buah celurit dan dua petasan di dalam jok sepeda motor yang ditumpangi pemuda tersebut, sebuah temuan yang serius yang mengindikasikan potensi ancaman yang lebih besar dari sekadar aksi konvoi biasa.
Kasi Humas Iptu Suhartanto menegaskan bahwa Polres Mojokerto Kota tidak akan mentolerir setiap tindakan yang mengganggu ketertiban masyarakat dan berkomitmen menindak tegas setiap bentuk gangguan kamtibmas, termasuk konvoi dan tindakan anarkis lainnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan segera melapor ke polisi terdekat atau melalui call center 110 layanan kepolisian bebas pulsa jika melihat atau mengalami tindakan kejahatan maupun gangguan kamtibmas, karena partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar