BONDOWOSO- Wajah-wajah gembira dan rasa syukur yang mendalam terpancar dari warga Dusun Sumber Biru, Desa Klabang, Kecamatan Tegalampel, saat truk tangki Polres Bondowoso tiba membawa puluhan ribu liter air bersih yang sangat mereka nantikan. Rabu (17/6/2026), bantuan ini menjadi cahaya di tengah kegelapan musim kemarau yang telah mengeringkan sumber-sumber air di 9 kecamatan, memaksa warga untuk menempuh perjalanan sejauh 2 kilometer setiap hari hanya untuk mendapatkan air untuk minum, memasak, dan mandi.
Desa Klabang menjadi salah satu titik paling kritis dalam darurat kekeringan yang melanda Bondowoso, di mana setiap tetes air menjadi sangat berharga dan perjuangan untuk mendapatkannya menguras tenaga dan waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk aktivitas produktif lainnya. Polres Bondowoso yang tidak tinggal diam merespons kondisi ini dengan mengerahkan personel dan truk tangki untuk mendistribusikan air bersih ke 20 dusun, memastikan bahwa bantuan menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan tanpa ada yang terlewat.
Kapolres Bondowoso, AKBP Aryo Dwi Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pendistribusian air bersih berlangsung setiap hari selama masa darurat kekeringan. Beliau menyatakan bahwa kehadiran Polri di tengah krisis ini adalah bukti nyata bahwa Polri selalu siap hadir untuk masyarakat, memberikan bantuan yang bermanfaat dan dirasakan langsung di saat-saat paling kritis.
Petugas tidak hanya membagikan air bersih kepada warga yang mengantre, tetapi juga mengisi tandon air di beberapa titik di setiap dusun sehingga ketersediaan air bisa bertahan lebih lama. Upaya ini sangat membantu warga yang selama ini harus mengorbankan waktu dan tenaga untuk berjalan jauh demi mendapatkan air, terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia atau memiliki keterbatasan fisik.
Warga yang menerima bantuan mengaku sangat terbantu dan mengucapkan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran Polres Bondowoso di tengah kesulitan mereka. Bantuan air bersih ini bukan sekadar materi, tetapi juga simbol kepedulian dan kehadiran negara yang memberikan harapan dan kekuatan bagi masyarakat untuk terus bertahan menghadapi musim kemarau yang masih akan berlangsung beberapa minggu ke depan.(Avs)

0 Komentar