282 Capaja Akpol Dibekali Geopolitik Global, Kapolri: Pahami Dampaknya untuk Stabilitas Nasional


Semarang- Di tengah dinamika dunia yang semakin tidak menentu, 282 Calon Perwira Remaja Akademi Kepolisian Angkatan ke-58 mendapatkan pembekalan khusus tentang geopolitik global dalam Upacara Penutupan Pendidikan di Lapangan Bhayangkara Akpol, Jumat (10/7). Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa para perwira muda harus memiliki wawasan strategis terhadap perkembangan lingkungan global agar mampu menjalankan tugas secara adaptif. Konflik AS-Israel dengan Iran, perang Rusia-Ukraina, hingga persaingan hegemoni AS-China disebut sebagai faktor-faktor yang berdampak langsung pada stabilitas keamanan, rantai pasok, ketahanan pangan, dan energi dunia.


Kapolri menjelaskan bahwa dampak geopolitik tersebut turut dirasakan Indonesia, tercermin dari pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.171 per dolar AS dan penurunan IHSG ke level 5.594. Namun di tengah tekanan global, pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terukur. Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen, tertinggi kedua di antara negara G20, dengan inflasi terkendali di angka 3,34 persen dan defisit APBN tetap terjaga di 0,76 persen terhadap PDB.


Wakapolri menekankan bahwa Polri memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui berbagai program nyata. Pemanfaatan lahan untuk penanaman jagung, pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri, penyelenggaraan SPPG, hingga pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi adalah bukti komitmen Polri di sektor pangan dan infrastruktur. Di sisi lain, penegakan hukum di sektor migas, pertambangan, dan ketenagalistrikan juga terus diperkuat untuk menjaga ketahanan energi nasional.


Pembekalan geopolitik ini menjadi bekal berharga bagi 282 perwira muda yang kini resmi mengakhiri masa pendidikan. Mereka tidak hanya dibekali kompetensi teknis kepolisian, tetapi juga pemahaman tentang tantangan strategis bangsa di tengah ketidakpastian global. Kapolri berharap para lulusan Akpol Angkatan ke-58 ini mampu menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, berintegritas, dan siap mengawal kepentingan nasional, karena masa depan Indonesia ada di tangan generasi yang paham betul dinamika dunia dan perannya di dalamnya.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar