Kota Mojokerto- Rumah sederhana milik M. Fatoni di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, dulunya lebih mirip gubuk darurat dengan lantai retak, atap bocor, dan dinding yang mulai lapuk. Namun setelah menjalani proses renovasi selama 14 hari oleh Polres Mojokerto Kota bersama Pemerintah Kota Mojokerto, rumah tersebut kini telah disulap menjadi tempat tinggal yang kokoh, bersih, dan layak huni. Peresmian yang dilakukan pada akhir Juni 2026 oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto bersama Ketua Bhayangkari Cabang Mojokerto Kota menjadi momen penuh haru bagi Pak Toni dan Siti Masitah, yang selama ini hanya bisa bermimpi memiliki rumah yang nyaman.
AKBP Herdiawan Arifianto menyampaikan bahwa program bedah rumah RTLH ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80, yang bertujuan memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Beliau menekankan bahwa kepedulian Polri tidak berhenti pada tugas keamanan, tetapi juga mencakup peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup warga. "Kami ingin memberikan kebahagiaan yang bermakna, bukan sekadar seremonial, dan rumah ini adalah bukti bahwa Polri hadir untuk masyarakat," ujarnya dengan penuh ketulusan.
Peresmian yang dihadiri Wakapolres, pejabat utama, Lurah Blooto, dan tokoh masyarakat ini menjadi saksi dari perubahan signifikan yang terjadi pada rumah milik pasangan pedagang kelapa muda tersebut. Pak Toni yang tampak terharu tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih, sementara Siti Masitah hanya bisa tersenyum sambil mengusap sudut matanya, karena akhirnya mimpi mereka memiliki rumah layak telah menjadi kenyataan di hari istimewa tersebut. (Avs)

0 Komentar