Kapolri Cek Kesiapan Polda Riau: 329 Titik Api dan 15.000 Hektar Lahan Terbakar Jadi Prioritas Penanganan


Riau- Di bawah terik matahari dan asap yang mulai mengepul, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan Polda Riau dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang telah membakar ribuan hektar dan mengancam kesehatan masyarakat. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Kampar, ia menyerahkan peralatan pendukung serta memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran untuk mengoptimalkan penanganan karhutla, mengingat sebanyak 329 titik api tersebar di luasan 15.000 hektar dengan 15.000 hotspot yang telah terdeteksi. Kapolri menyoroti karakteristik kebakaran di Riau yang berbeda dari daerah lain, dengan dua puncak musim kebakaran yang salah satunya terjadi pada Juli hingga September, bertepatan dengan fenomena El Nino yang memperparah kekeringan dan mempercepat penyebaran api.


Riau- Dalam peninjauannya, Kapolri memastikan seluruh stakeholder yang terdiri dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI, Manggala Agni, dan perusahaan swasta telah bergerak secara terkoordinasi dan bersatu dalam upaya pemadaman. Ia menekankan bahwa persiapan sumber air adalah hal krusial, mengingat lahan gambut di Riau sangat sulit dipadamkan jika sudah terbakar, sehingga keberadaan sumur bor dan peralatan pembuatan sumber air baru menjadi prioritas. Selain itu, Sigit menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla serta aturan-aturan yang mengatur pembukaan lahan, karena sebagian besar kebakaran disebabkan oleh ulah manusia yang membuka lahan dengan cara membakar.


Riau- Kapolri juga menyinggung pentingnya penguatan peralatan pendukung, termasuk kendaraan roda dua yang dapat bergerak cepat menjangkau titik-titik api di lokasi yang sulit diakses, serta alat berat untuk membuat sekat bakar dan mengendalikan penyebaran api. Jalur komunikasi yang tak terputus dengan Command Center menjadi perhatian khusus, agar setiap informasi tentang titik api dapat diterima dan direspons dengan cepat dan tepat. Sigit mengapresiasi sinergitas dan kolaborasi yang telah dibangun oleh seluruh elemen di Riau, dan berharap kerja sama ini terus dipelihara untuk menghadapi potensi kebakaran yang masih akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.


Riau- Mengakhiri kunjungannya, Kapolri mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat hutan, karena upaya penanganan karhutla tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif dari warga. Ia mengingatkan bahwa hutan adalah milik bersama yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang, dan setiap orang memiliki tanggung jawab untuk mencegah kebakaran di lingkungannya masing-masing. Dengan kesiapan yang matang, sinergitas yang kuat, dan kesadaran publik yang tinggi, Kapolri optimis penanganan karhutla di Riau dapat berjalan maksimal dan dampak negatifnya dapat diminimalisir demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar