Kapolri Kunjungi Pabrik Pupuk Kampar, Produk Batu Bara RI Tembus Amerika dan Afrika


Kampar- Inovasi pupuk batu bara yang diproduksi PT Bursatani Futura Andyta di Kabupaten Kampar, Riau, berhasil mencuri perhatian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang meninjau langsung pabrik tersebut pada Rabu untuk melihat proses produksi dan ekspansi produk yang telah menembus pasar global. Pabrik seluas 20 hektare di Sungai Pinang ini memproduksi Pupuk Futura Plus Presisi dengan kapasitas 24 ton per hari, memanfaatkan batu bara berkalori rendah yang selama ini kurang terserap industri PLTU sebagai bahan baku utama. Keunggulan produk ini telah mendapatkan pengakuan internasional berupa paten Amerika Serikat, merek di China, serta izin edar dari Kementerian Pertanian, membuktikan bahwa kualitas pupuk karya anak bangsa mampu bersaing di pasar dunia.


Kampar- Pupuk batu bara yang dihasilkan mengandung asam humat lebih dari 20 persen, C-organik minimal 15 persen, serta unsur hara makro dan mikro yang esensial bagi pertumbuhan tanaman, sehingga tidak hanya mendukung produktivitas pertanian tetapi juga memperbaiki kualitas tanah secara berkelanjutan. Dengan komposisi tersebut, pupuk ini menjadi solusi inovatif bagi petani yang selama ini mengandalkan pupuk kimia mahal dan seringkali merusak struktur tanah dalam jangka panjang. Perusahaan ini bahkan telah memperluas pengembangan pabrik ke Zimbabwe dan Nigeria, serta mengekspor produknya ke Amerika Serikat, Nigeria, Zimbabwe, dan Botswana, menunjukkan bahwa inovasi Indonesia diterima di berbagai belahan dunia. Kapolri mengapresiasi langkah perusahaan yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional tetapi juga menjadi duta bangsa di kancah internasional.


Kampar- Dalam kunjungannya, Kapolri menerima paparan dari Direktur Utama Raden Umar Hasan Saputra tentang proses produksi dan manfaat Pupuk Futura Plus Presisi, kemudian meninjau langsung operasional pabrik yang mempekerjakan 31 tenaga kerja. Pada kesempatan yang sama, Kapolri menyerahkan bantuan 80 ton pupuk kepada lima kelompok tani di Rokan Hulu, Pelalawan, Kampar, Siak, dan Kecamatan Tambang, sebagai bentuk sinergi Polri dengan perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kapolri berharap bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Riau dan memperkuat kemandirian pangan, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan inovasi teknologi berbasis sumber daya lokal.


Kampar- Dari Kampar, pupuk batu bara karya anak bangsa telah membuktikan bahwa Indonesia mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri tetapi juga menembus pasar global, memperkuat posisi negara dalam industri pertanian dunia. Kapolri menegaskan bahwa Polri akan terus mendukung pengembangan sektor pertanian dan industri berbasis inovasi, karena keduanya adalah pilar penting bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat. Dengan kolaborasi yang erat antara Polri, dunia usaha, dan masyarakat, Indonesia optimis dapat mewujudkan kemandirian pangan sekaligus menjadi pemain utama dalam pasar pupuk global di masa depan.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar