Jakarta- Peresmian Sekretariat Bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia di Jakarta menjadi panggung bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menyampaikan pandangannya tentang relasi antara pekerja, pemerintah, dan dunia usaha. Sigit dengan tegas menyatakan bahwa buruh adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem pembangunan, bukan pihak yang harus ditakuti atau dipinggirkan. Ia memberikan selamat kepada seluruh konfederasi yang telah mempersatukan langkah, seraya berharap bahwa wadah baru ini akan melahirkan perjuangan yang lebih terstruktur dan berdampak luas bagi kesejahteraan pekerja di Tanah Air.
Dalam pidatonya, Kapolri menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara tuntutan buruh dan kebutuhan investasi. Ia menjelaskan bahwa program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah tidak akan berarti tanpa dukungan tenaga kerja yang kompeten dan iklim usaha yang sehat. Oleh karena itu, ia mendorong buruh untuk tidak hanya fokus pada perjuangan internal, tetapi juga turut mengawal kebijakan strategis nasional, termasuk pembukaan lapangan pekerjaan dan peningkatan daya saing Indonesia di kancah global yang semakin kompetitif.
Kapolri juga tidak menutup mata terhadap tantangan eksternal yang membayangi perekonomian Indonesia. Ia mengingatkan bahwa ketidakpastian global, termasuk eskalasi konflik di berbagai belahan dunia, bisa berdampak langsung pada sektor riil dan penghidupan buruh. Karena itu, ia mengajak semua elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, karena hanya dengan persatuanlah Indonesia bisa melampaui berbagai tekanan yang datang silih berganti. Stabilitas nasional, menurutnya, adalah fondasi utama agar program-program pembangunan tidak tersendat di tengah jalan.
Fokus lain yang disoroti Sigit adalah peran Desk Ketenagakerjaan Polri yang telah terbukti memberikan solusi konkret bagi pekerja yang menghadapi persoalan hukum atau sengketa dengan pengusaha. Ia meminta agar desk ini terus ditingkatkan kapasitasnya, mulai dari kecepatan respons hingga kualitas mediasi, sehingga tidak ada lagi buruh yang merasa tidak mendapat keadilan. Kapolri menegaskan bahwa pelayanan di bidang ketenagakerjaan adalah prioritas yang tidak boleh surut, karena menyangkut hajat hidup orang banyak yang membutuhkan kepastian dan perlindungan hukum.
Mengakhiri sambutannya, Kapolri kembali menekankan pesan kondusivitas sebagai kunci keberhasilan semua pihak. Ia berharap peresmian sekretariat bersama ini menjadi titik awal kolaborasi yang lebih erat antara buruh dan aparat, bukan sebagai ajang adu kekuatan yang kontraproduktif. Dengan semangat kebersamaan, Sigit optimistis bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat diraih melalui kerja nyata dan dialog yang berkesinambungan, di mana buruh menjadi mitra sejajar dalam membangun negeri.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar