Jakarta- Tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan harus mengakhiri pengabdian mereka di medan perang melawan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, pada Kamis (2/7) dini hari. Ipda Yudhie, Aipda Sumariyanto, dan Briptu Nopandri Ramadhana gugur saat menjalankan tugas penangkapan terduga pelaku narkotika berinisial BIO, yang diketahui merupakan residivis. Kapolri menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta kepada ketiganya sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan nyawa mereka dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba. Pengorbanan ini menjadi saksi bisu bahwa pemberantasan narkotika adalah tugas berisiko tinggi yang membutuhkan keberanian dan pengabdian total.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengungkapkan bahwa operasi penangkapan berubah menjadi aksi perlawanan bersenjata ketika pelaku dan warga menyerang petugas menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan. Meskipun petugas telah memberikan tembakan peringatan, serangan terus berlanjut sehingga tindakan terukur harus dilakukan untuk melindungi keselamatan personel. Dalam proses evakuasi, sembilan personel berhasil diselamatkan, namun tiga di antaranya gugur sebagai pahlawan bangsa. Keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga yang datang kemudian semakin memperburuk situasi dengan melakukan penyerangan terhadap petugas.
Irjen Pol. Johnny menegaskan Polri akan mengusut tuntas seluruh peristiwa ini sesuai hukum yang berlaku dan memberikan pendampingan kepada keluarga personel yang gugur. KPLB Anumerta yang diberikan merupakan bentuk penghormatan institusi atas pengabdian para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tugas negara. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar