Di Tengah Reruntuhan, Kasatgas Humas Polri Menyapa Duka Personel dan Warga Ende

Ende- Di sela-sela debu yang masih beterbangan dan dinding-dinding yang retak akibat gempa, Kombes Pol Bayu Suseno memilih untuk tidak hanya fokus pada kerumunan pengungsi, tetapi juga menyambangi tiga personel Polres Ende yang rumahnya ikut ambruk bersama ribuan warga lainnya. Jumat (28/8) menjadi hari di mana seorang pemimpin humas kepolisian menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal pangkat, karena Aipda Centysius Spanorama, Bripka Paulus Rago, dan Aiptu Yahya Tonu Weni juga membutuhkan uluran tangan dan semangat di tengah kepiluan yang mereka alami. Baginya, kekuatan tim penyelamat tidak akan optimal jika para penyelamatnya sendiri terbebani oleh duka yang tak terungkapkan.


Pertemuan sederhana di sela-sela tenda pengungsian itu berlangsung penuh kehangatan, di mana Kombes Pol Bayu Suseno mendengarkan dengan saksama cerita para personel tentang bagaimana gempa mengguncang rumah mereka, merusak harta benda, tetapi tidak pernah menggoyahkan tekad mereka untuk tetap berdiri di garda terdepan. Ia memberikan wejangan yang menyentuh, mengingatkan bahwa menjadi polisi di tengah bencana berarti menjadi tiang penyangga bagi masyarakat, tetapi juga harus saling menopang satu sama lain di saat genting. "Kita adalah keluarga besar, dan keluarga harus saling menguatkan, apalagi di masa sulit seperti ini," ujarnya dengan nada lembut namun penuh otoritas moral.


Para personel yang disambangi tampak terharu karena selama ini mereka lebih sering berada di posisi memberi bantuan, bukan menerima perhatian, sehingga kunjungan Kasatgas Humas terasa seperti oase di tengah kelelahan fisik dan emosional mereka. Aipda Centysius menceritakan bagaimana ia tetap bertugas mengatur lalu lintas evakuasi meskipun rumahnya sendiri masih terkubur puing-puing, sementara Bripka Paulus mengaku terus berkeliling desa meskipun keluarganya tinggal di tenda darurat. Kisah-kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam polisi, ada manusia biasa dengan perasaan dan beban yang sama beratnya dengan warga yang mereka layani.


Usai menyambangi personel, Kombes Pol Bayu Suseno melanjutkan langkahnya ke Masjid At Taqwa yang juga turut menjadi korban gempa, di mana ia bertemu dengan Imam Ruslin Hj. Ibrahim untuk melihat secara langsung kerusakan yang dialami tempat ibadah tersebut. Dialog yang terjalin di antara puing-puing masjid itu bukan hanya tentang kerusakan fisik, tetapi juga tentang bagaimana kebersamaan umat bisa menjadi kekuatan untuk membangun kembali rumah ibadah yang roboh. Imam Masjid menyampaikan rasa terima kasihnya karena Polri tidak hanya peduli pada korban jiwa, tetapi juga pada tempat-tempat yang menjadi pusat spiritualitas dan ketenangan bagi warga.


Kunjungan ke Masjid At Taqwa ini menjadi simbol bahwa penanganan bencana tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pemulihan kehidupan sosial dan keagamaan yang menjadi pilar penting bagi masyarakat Ende. Kombes Pol Bayu Suseno mencatat semua kebutuhan perbaikan yang disampaikan oleh Imam, berjanji akan meneruskannya ke tim rekonstruksi agar masjid dapat segera digunakan kembali untuk ibadah dan kegiatan komunitas. Baginya, tempat ibadah yang kokoh adalah fondasi bagi ketahanan mental masyarakat, sama pentingnya dengan tenda pengungsian dan pasokan makanan.


Di akhir kunjungan yang sarat makna ini, Kasatgas Humas Polri menyampaikan pesan bahwa bencana mungkin meruntuhkan bangunan, tetapi tidak pernah mampu meruntuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang sudah mengakar di Nusa Tenggara Timur. Ia mengajak semua pihak, baik personel maupun warga, untuk terus saling menguatkan, karena hanya dengan bersatu mereka bisa melewati masa-masa sulit ini dan bangkit kembali lebih kuat. Dari duka yang masih membekas di wajah-wajah mereka, terpancar secercah harapan bahwa Ende akan pulih, dan Polri akan selalu hadir di setiap langkah pemulihan tersebut. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar