Lumajang- Di ketinggian perbatasan Desa Ranupani dan Argosari, Kecamatan Senduro, Sabtu (8/8) menjadi hari krusial ketika tim gabungan Polres Lumajang, BPBD, petugas TNBTS, dan masyarakat bahu-membahu membangun sekat bakar untuk mengunci pergerakan api agar tidak menjalar ke wilayah Kabupaten Lumajang. Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi memimpin langsung koordinasi di lapangan, memastikan setiap personel memahami tugasnya dalam upaya menghambat laju api yang hingga kini masih membakar kawasan Blok Jantur di Kabupaten Probolinggo. Dengan peralatan seadanya, para petugas menebang ranting dan semak di sepanjang jalur perbatasan, menciptakan zona kosong yang menjadi penghalang alami bagi si jago merah untuk melanjutkan perusakannya. Di tengah kepulan asap yang sesekali menutupi langit, tekad untuk melindungi kawasan hutan dan pemukiman warga tetap menyala kuat di hati setiap petugas.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi dalam keterangannya menjelaskan bahwa langkah penyekatan ini adalah strategi defensif yang kritis untuk mencegah api meluas ke wilayah Lumajang, mengingat topografi yang curam dan angin kencang seringkali mempercepat pergerakan api. Tim gabungan yang ditempatkan di titik-titik strategis terus melakukan pemantauan intensif, siap bergerak cepat jika terjadi perubahan arah angin yang membawa api mendekati pemukiman warga. Hingga saat ini, titik api masih terpantau berada di kawasan Blok Jantur, tetapi kewaspadaan tidak boleh kendor karena situasi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu. Sinergi antara kepolisian, petugas taman nasional, dan masyarakat menjadi benteng terakhir yang menjaga agar bencana ini tidak merenggut lebih banyak lagi kawasan hutan yang dilindungi.


Berdasarkan koordinasi dengan Kepala Resort Ranupani BA A. Ariyanto, S.Hut., operasi pemadaman dari udara akan segera diperkuat dengan pengerahan dua helikopter water bombing yang diterjunkan oleh BNPB dan TNI AL. Kehadiran helikopter ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman dari sudut-sudut yang sulit dijangkau oleh tim darat, sekaligus memberikan efek pendinginan yang signifikan pada titik-titik api yang masih menyala. AKBP Riki menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, karena tanpa kerja sama yang solid, upaya pengendalian kebakaran di kawasan yang luas dan sulit ini akan jauh lebih berat. Dengan dukungan udara dan darat yang terkoordinasi, ia optimis api dapat segera dipadamkan sebelum merembet ke area yang lebih luas.


Menutup pernyataannya, Kapolres Lumajang mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area kebakaran maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru di kawasan hutan. Ia menekankan bahwa sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar kebakaran ini segera dapat dikendalikan dan tidak meluas hingga mengancam permukiman maupun kawasan hutan lainnya. Hingga kini, penyebab kebakaran maupun sumber awal munculnya api masih dalam proses identifikasi oleh pihak berwenang, namun fokus utama saat ini adalah memadamkan api dan melindungi keselamatan warga. Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, Polres Lumajang berkomitmen untuk tetap siaga sampai situasi benar-benar aman dan kondusif. (Avs)