Kertosono- Minggu (9/8) pagi, Bripka Dian S. dari Polsek Kertosono menyambangi Desa Kudu untuk bertemu dengan para peternak ayam binaannya, dan kebetulan ia tiba saat tengkulak sedang mengambil ayam yang sudah siap panen dari salah satu kandang warga. Dari dialog yang terjalin, Bripka Dian mendapati kabar baik bahwa harga jual ayam saat ini relatif stabil, memberikan kepastian dan ketenangan bagi peternak dalam mengelola usahanya di tengah dinamika pasar yang seringkali tidak menentu. Namun di balik kabar baik itu, para peternak masih mengeluhkan tingginya harga pakan yang menjadi biaya produksi terbesar, sehingga margin keuntungan mereka tergerus meskipun harga jual ayam terbilang baik. Dengan pendekatan yang humanis dan penuh perhatian, Bripka Dian mendengarkan setiap keluhan dan memberikan solusi praktis yang bisa segera diterapkan.
Menanggapi situasi ini, Bripka Dian mengingatkan peternak untuk tetap bersyukur atas stabilitas harga jual yang ada, namun tidak boleh lengah dan harus terus berupaya menekan biaya produksi melalui efisiensi pemberian pakan dan peningkatan kualitas ayam. Ia menekankan bahwa kondisi harga yang stabil adalah momen yang tepat untuk membangun cadangan modal dan memperkuat usaha, bukan saatnya berpuas diri dan mengabaikan efisiensi. Dengan pengalaman dan pengetahuannya, ia berbagi tips tentang cara mengatur jadwal pemberian pakan yang tepat dan memanfaatkan pakan alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pakan pabrik yang mahal. Peternak yang mendengarkan saran ini tampak antusias dan mulai berdiskusi tentang kemungkinan menerapkan metode baru di kandang mereka masing-masing.
Tak hanya soal ekonomi, Bripka Dian juga memastikan situasi keamanan di sekitar lokasi peternakan tetap kondusif, sebagai tindak lanjut instruksi Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan agar Bhabinkamtibmas memberikan perhatian khusus terhadap keamanan para peternak. Ia menyampaikan bahwa isu mengenai pencurian ayam yang ramai diperbincangkan di media sosial, meskipun tidak terjadi di Kabupaten Nganjuk, harus menjadi pengingat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa membuat keresahan yang berlebihan. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial harus disikapi dengan bijak, dijadikan pelajaran untuk memperkuat sistem keamanan kandang, bukan menjadi sumber kepanikan yang mengganggu produktivitas usaha. Dengan pendekatan yang tenang dan rasional, ia berhasil menenangkan kekhawatiran peternak tanpa mengabaikan pentingnya kewaspadaan.
Menutup kegiatan sambangnya, Bripka Dian mengimbau peternak untuk memperhatikan keamanan kandang, terutama pada malam hari, dan segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara peternak dan kepolisian adalah kunci untuk menciptakan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah Desa Kudu. Dengan kehadiran Polri yang rutin dan responsif, ia berharap usaha peternakan warga dapat terus berkembang, harga jual tetap stabil, kendala biaya pakan dapat dikelola dengan baik, dan keamanan peternak serta ternak selalu terjaga demi mendukung perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar