Hari Kedua Paham AI di SMAN 1 Nganjuk, Siswa Makin Antusias Eksplorasi Kecerdasan Buatan


Nganjuk- Suasana belajar di SMAN 1 Nganjuk terasa berbeda pada Selasa (25/8) saat kegiatan edukasi "Paham AI" memasuki hari kedua dengan interaksi yang semakin cair antara tim pemateri dan para siswa. Antusiasme terpancar dari wajah-wajah muda yang mulai berani bertanya, berpendapat, dan bahkan mempraktikkan langsung penggunaan kecerdasan buatan dalam berbagai skenario pembelajaran.


Tim edukasi menekankan bahwa generasi muda tidak memiliki pilihan untuk menghindari AI, melainkan harus mulai belajar dan setidaknya mampu menggunakannya secara bijak sebagai bagian dari keterampilan hidup di era digital. Teknologi ini, menurut mereka, dapat menjadi alat yang ampuh untuk membantu pekerjaan, mencari informasi, mengembangkan ide, hingga mendongkrak kreativitas tanpa batas.


Salah satu anggota tim menyampaikan bahwa AI bukanlah momok yang harus ditakuti, melainkan sebuah alat yang harus dipahami dan digunakan dengan penuh tanggung jawab. Perkembangan teknologi yang pesat akan membuat semakin banyak sektor pekerjaan yang memanfaatkan AI, sehingga kemampuan beradaptasi menjadi bekal krusial bagi para pelajar.


Para siswa memberikan respons positif dan mengaku mendapat pencerahan baru setelah menyadari bahwa AI bisa menjadi asisten pribadi yang memudahkan berbagai tugas sekolah. Namun, mereka juga menyadari bahwa ada batasan etis yang tidak boleh dilanggar agar teknologi ini tidak berubah menjadi bumerang yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.


Tim edukasi mengingatkan bahwa kemudahan yang ditawarkan AI tidak boleh disalahgunakan untuk tindakan negatif, sehingga pemahaman tentang hukum dan etika penggunaan AI menjadi bagian penting dari kurikulum edukasi ini. Para siswa diajak untuk memahami konsekuensi dari setiap konten atau informasi yang mereka ciptakan dan sebarkan menggunakan bantuan teknologi.


Siswa-siswi juga didorong untuk memanfaatkan AI sebagai sarana membuat konten kreatif bernuansa edukasi positif, seperti kampanye anti-narkoba, keselamatan berlalu lintas, hingga pencegahan kenakalan remaja. Dengan bekal ini, mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga generasi cerdas, kreatif, beretika, dan paham hukum dalam memanfaatkan teknologi. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar