Satu Nyawa Melayang, Dua Tangan Diborgol: Pembunuhan Manusia Silver Terkuak di Probolinggo


PROBOLINGGO - Pagi itu, pemandangan di belakang Warkop Jalan Soekarno Hatta tak lagi seperti biasa, karena sesosok tubuh terbujur dengan cat perak yang mulai pudar menjadi saksi bisu tragedi yang mengguncang komunitas pengamen Kota Probolinggo. AWS (21), pengamen manusia silver asal Triwung Kidul, ditemukan tak bernyawa, memicu gerakan cepat dari Satreskrim Polres Probolinggo Kota yang langsung mengerahkan Tim Inafis untuk membaca setiap petunjuk di tempat kejadian perkara. Dari olah TKP yang cermat, terungkap bahwa ini bukanlah pembunuhan acak, melainkan drama kelam yang melibatkan orang-orang terdekat korban.


Penyelidikan mengarah pada tiga pelaku yang juga berprofesi sebagai pengamen manusia silver, yang setelah kejadian langsung melarikan diri ke luar kota untuk menghindari penangkapan. Tim kepolisian bergerak lintas provinsi, memburu jejak mereka hingga ke Banyuwangi, Bali, dan akhirnya mengendus keberadaan dua tersangka di Kota Kediri. Pada Rabu (29/7/2026), NAS (27) dan AH (28) akhirnya diringkus di sebuah rumah kos di Kelurahan Bangsal, sementara satu pelaku lain masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang.


Dari pengakuan kedua tersangka, terungkap bahwa malam itu mereka menggelar pesta miras bersama korban, namun euforia berubah menjadi tragedi saat perselisihan kecil meledak menjadi amarah brutal. Korban yang awalnya dipukuli dengan tangan kosong, kemudian menjadi sasaran kebrutalan yang lebih keji dengan batu dan bongkahan aspal, hingga akhirnya nyawanya melayang di tengah malam yang kelam. Barang bukti yang diamankan, termasuk rekaman CCTV dan pakaian berlumuran darah, menjadi kunci penting yang menguatkan dakwaan terhadap para pelaku.


AKBP Rico Yumasri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti sampai semua pelaku, termasuk KA yang masih DPO, berhasil diamankan dan diadili sesuai hukum yang berlaku. Dengan ancaman 15 tahun penjara, kasus ini mengirimkan peringatan keras bahwa kekerasan yang dilandasi minuman keras hanya akan berakhir dengan penyesalan dan jeruji besi. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar