Jakarta- Panggung Indonesia Arena menjadi saksi sejarah ketika Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi menutup E-Sports Kapolri Cup 2026 dengan tiga penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus. Defile Cosplay dengan 117 peserta generasi Z, Kompetisi Keamanan Siber dengan 734 peserta, dan Pengukuhan Duta Kamtibmas Siber kepada 27.686 peserta menjadi bukti bahwa ajang ini bukan sekadar turnamen game, melainkan gerakan besar membangun kesadaran digital di kalangan muda.
Antusiasme luar biasa terlihat dari total 35.936 peserta yang berasal dari 34 Polda dan 403 Polres di seluruh Indonesia. Kapolri mengakui bahwa perkembangan e-sports telah melampaui ekspektasi, bertransformasi dari sekadar hiburan menjadi cabang olahraga berpotensi prestasi internasional. Ia bahkan melemparkan tantangan ambisius agar jumlah peserta tahun depan bisa meningkat sepuluh kali lipat dengan rutin menggelar kompetisi di tingkat kewilayahan.
Yang membedakan Kapolri Cup 2026 dari turnamen lainnya adalah misi besar di balik layar. Kapolri tidak hanya melahirkan atlet e-sports, tetapi juga menciptakan 27.686 Duta Kamtibmas Siber yang bertugas mengedukasi lingkungan mereka tentang bahaya hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, perundungan, judi online, hingga penyalahgunaan narkoba di dunia maya. Ini adalah pendekatan pencegahan yang melibatkan generasi muda sebagai garda terdepan.
Kapolri secara tegas mengajak para peserta meninggalkan aktivitas kontraproduktif seperti tawuran, balap liar, dan vandalisme. Sebagai gantinya, mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang menginspirasi teman sebaya untuk berprestasi melalui jalur positif. Kolaborasi antara Polri, komunitas e-sports, dan platform digital menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan produktif bagi generasi Z.
Dengan beragam kompetisi mulai dari Mobile Legends, Capture The Flag, Cosplay, hingga Youth Movement, Kapolri Cup 2026 telah membuktikan bahwa ruang digital bisa menjadi ladang prestasi dan kreativitas. Kapolri menutup acara dengan optimisme tinggi, menyatakan keyakinannya bahwa generasi muda Indonesia siap mengisi kemerdekaan dengan talenta terbaik menuju visi Indonesia Emas 2045, dan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan gangguan keamanan melalui layanan 110 dan Patroli Siber.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar