Dari Akar Rumput hingga Panggung Megah, Kapolri Cup 2026 Buktikan E-Sports Bukan Sekadar Hiburan


Jakarta- Sorak sorai ribuan penonton memenuhi Indonesia Arena saat E-Sports Kapolri Cup 2026 resmi dibuka. Namun yang membuat ajang ini istimewa bukanlah gemerlap panggung atau kemeriahan acara, melainkan perjalanan panjang yang ditempuh oleh 35.936 peserta dari 403 Polres dan 34 Polda di seluruh Nusantara. Mereka bukan sekadar pemain, melainkan representasi mimpi anak muda yang selama ini sering dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.


Ketua Umum IESPA Ibnu Riza menyoroti sistem berjenjang yang diterapkan Polri sebagai terobosan penting dalam ekosistem e-sports nasional. Berbeda dengan turnamen konvensional yang hanya terpusat di kota-kota besar, Kapolri Cup membuka akses seluas-luasnya bagi siapa pun yang memiliki bakat, tanpa memandang latar belakang geografis atau ekonomi. Ini adalah langkah konkret mendemokratisasi prestasi digital di Indonesia.


Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengingatkan bahwa dari 48 persen pengguna internet di bawah 18 tahun, hanya sedikit yang mendapat bimbingan optimal dalam memanfaatkan ruang digital. Kapolri Cup hadir sebagai jembatan yang mengubah kecanduan gawai menjadi keterampilan terarah. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri yang humanis dan adaptif di tengah derasnya arus transformasi digital.


Melalui kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Kemenko PMK, serta IESPA, Polri tidak hanya menjadi pengawas tetapi juga fasilitator kreativitas generasi muda. Tagline "Dream to Become" bukan sekadar slogan kosong, melainkan filosofi yang dijalankan melalui setiap tahapan kompetisi. Sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim menjadi nilai yang ditekankan sepanjang turnamen.


Harapan terbesar dari seluruh pemangku kepentingan adalah keberlanjutan ajang ini. Ibnu Riza secara gamblang menyampaikan kepada Polri agar Kapolri Cup menjadi agenda tahunan yang terus berkembang. Karena ketika talenta dari Sabang sampai Merauke diberi panggung, maka bukan hanya juara yang lahir, tetapi juga kebanggaan kolektif bahwa Indonesia memiliki generasi digital yang tangguh dan berdaya saing global.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar