Maret 2026: Saatnya Jatim Membuktikan Kemampuan Mengelola Dua Momen Sakral


Bulan Maret tahun depan akan menjadi periode krusial bagi Jawa Timur, di mana hiruk pikuk persiapan menyambut Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri terjadi dalam waktu hampir bersamaan. Menyadari kompleksitas ini, Polda Jawa Timur bergerak cepat dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di Mapolda Jatim. Pertemuan yang dipimpin langsung Kapolda Irjen Nanang Avianto ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya serius untuk memetakan potensi kerawanan dan menyusun strategi pengamanan terintegrasi. Kehadiran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah hingga tokoh agama menandakan bahwa isu ini adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas kepolisian semata.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan berlangsung selama 13 hari ke depan memiliki dimensi yang lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya. Operasi ini tidak hanya fokus pada kelancaran arus mudik, tetapi juga pada pemeliharaan kamtibmas yang fundamental serta pelayanan publik yang menyentuh aspek spiritual masyarakat. Bayangkan, dalam waktu berdekatan, sebagian masyarakat hening dalam perayaan Nyepi, sementara yang lain bersiap merayakan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri. Pola pengamanan tentu harus berbeda dan adaptif terhadap situasi ini.

Untuk itu, sinergi antarinstansi menjadi kata kunci yang tidak bisa ditawar. Kapolda Jatim menginstruksikan jajarannya untuk berkolaborasi erat dengan stakeholder terkait, memastikan semua elemen bergerak dengan visi yang sama. Masyarakat, menurutnya, memiliki ekspektasi tinggi agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar dan kondusif. Karenanya, persiapan yang matang dan koordinasi yang intensif sejak dini adalah harga mati yang harus dibayar untuk menghindari kekacauan di lapangan. Rakor ini adalah langkah awal untuk membangun kesepahaman sebelum turun ke masyarakat.

Dengan berakhirnya rakor ini, harapan besar kini tersemat pada pelaksanaan teknis di kemudian hari. Polda Jatim bersama seluruh unsur terkait berkomitmen untuk mewujudkan slogan "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" sebagai sebuah realitas, bukan sekadar jargon. Keberhasilan mengamankan dua momen besar ini akan menjadi bukti nyata bahwa Jawa Timur adalah rumah yang nyaman bagi semua pemeluk agama. Kini, semua mata tertuju pada kesiapan di bulan Maret 2026, di mana harmoni dan toleransi akan diuji, sekaligus diperkuat melalui kerja sama semua pihak.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar