Satpas Polres Nganjuk menjadi saksi digelarnya kegiatan Polantas Menyapa yang menyasar para calon pemilik SIM. Jumat pagi itu, Brigadir Gathut dari Satlantas memberikan pengarahan khusus, mengajak peserta untuk tidak hanya terpaku pada kelulusan ujian praktik, tetapi juga merenungkan esensi dari selembar izin mengemudi. Materi yang disampaikan meliputi teknik dasar berkendara, kepatuhan pada rambu, dan yang terpenting, kesadaran akan keselamatan diri dan orang lain.
AKP Ivan Danara Oktavian menekankan bahwa edukasi ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas. "Kami tidak ingin pemohon SIM hanya datang, ujian, lalu lupa. Kami ingin mereka pulang dengan pemahaman bahwa menjadi pengemudi adalah tanggung jawab besar," ujarnya. Program ini dirancang untuk membekali mental para pengemudi pemula sebelum mereka benar-benar bersinggungan dengan dinamika lalu lintas yang kompleks.
Dalam sesi interaktif, Brigadir Gathut menjelaskan bahwa SIM adalah bukti sah bahwa seseorang telah dinyatakan layak mengemudi. Namun kelayakan teknis saja tidak cukup tanpa diimbangi etika dan kepatuhan. Ia mengingatkan bahwa jalan raya adalah ruang publik yang harus dihormati bersama. Dengan semangat Polantas Menyapa, Satlantas Polres Nganjuk berharap dapat melahirkan generasi pengemudi yang santun, terampil, dan penuh kesadaran akan keselamatan. (Avs)

0 Komentar