Jakarta Selatan- Diskusi akademik bertajuk bedah buku "Mengawal Pangan Menuai Aman" berlangsung hangat di Lobby Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK, menghadirkan sejumlah akademisi ternama seperti Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto dari Universitas Indonesia, Prof. Masdar Hilmy, Ph.D. dari UIN Sunan Ampel Surabaya, serta drh. Pujo Harmadi, M.P. dari Kementerian Pertanian, sebagai upaya mengulas tantangan, strategi, dan praktik penguatan ketahanan pangan nasional dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (24/6/2026). Buku yang ditulis oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama Irjen Pol. Dr. Anwar dan Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo ini mengangkat pengalaman pengawalan program ketahanan pangan pada komoditas jagung, dengan pendekatan yang memotret bagaimana isu pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut distribusi, tata kelola, pengawasan, hingga stabilitas nasional.
Prof. Semiarto Aji Purwanto dalam tanggapannya menyoroti bahwa buku ini berhasil menggambarkan keterkaitan yang utuh antara berbagai aspek strategis dalam ketahanan pangan, dan ia menilai peran Polri dalam mendukung program tersebut menunjukkan pendekatan yang melampaui fungsi keamanan konvensional. Menurutnya, pengawalan dan pengawasan yang dilakukan Polri menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir, dan ia mendorong penguatan pendekatan berbasis data, indikator kinerja, serta pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan big data untuk memperkuat pengawasan dan pengendalian program pangan di masa depan.
Sementara itu, Prof. Masdar Hilmy menyoroti dimensi moral dan kemanusiaan yang melekat pada ketahanan pangan, mengingatkan bahwa menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat adalah bentuk pengabdian negara dalam menjaga kehidupan dan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar urusan teknis pertanian. drh. Pujo Harmadi, M.P., dari Kementerian Pertanian juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penguatan pengawasan, pengawalan, dan pendampingan di lapangan, serta menekankan bahwa ketahanan pangan membutuhkan sinergi lintas sektor untuk memastikan produksi, distribusi, dan stabilitas pangan berjalan optimal.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa buku ini disusun sebagai dokumentasi praktik baik dan pembelajaran dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, seraya mengingatkan bahwa ketika pangan terjaga, stabilitas sosial lebih kuat, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan negara memiliki daya tahan yang lebih baik menghadapi tantangan global. Forum ini diharapkan dapat memperkaya diskursus akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi upaya mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan Indonesia, sejalan dengan agenda prioritas pemerintah yang juga ditandai dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo pada hari yang sama untuk berdialog langsung dengan petani dan nelayan.(Avs)

0 Komentar