Tema Jogo Jawa Timur Menjadi Semboyan Perlindungan Anak Menuju Indonesia Emas


Surabaya- Peringatan Hari Anak Nasional kali ini terasa istimewa dengan semangat "Jogo Jawa Timur" yang digaungkan Polda Jatim melalui Ditres PPA dan PPO. Kombes Pol Dr. Ganis Setyaningrum menegaskan bahwa melindungi anak berarti mempersiapkan pondasi kokoh bagi Indonesia Emas 2045. Namun, ia juga mengingatkan bahwa perlindungan anak tidak bisa lagi terbatas pada pengawasan fisik di lingkungan rumah atau sekolah, mengingat dunia digital telah menjadi ruang bermain dan belajar yang tak terelakkan bagi generasi muda. Ancaman perundungan siber, konten negatif, hingga modus eksploitasi berbasis teknologi menjadi tantangan baru yang membutuhkan kewaspadaan kolektif.


Perlindungan terhadap anak, menurut Kombes Ganis, adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh rantai kehidupan masyarakat. Orang tua harus menjadi filter pertama dalam penggunaan gawai, guru harus peka terhadap perubahan perilaku siswa, dan masyarakat luas harus berani melapor jika melihat indikasi kekerasan terhadap anak. Polda Jatim sendiri berkomitmen menegakkan hukum secara profesional dan humanis terhadap setiap tindak pidana yang menyasar perempuan dan anak, tetapi upaya itu akan jauh lebih efektif jika diimbangi dengan edukasi preventif yang masif di akar rumput.


"Jogo Jawa Timur" bukan sekadar jargon, melainkan panggilan untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak di setiap sudut kehidupan. Mulai dari keluarga yang hangat dan komunikatif, sekolah yang bebas dari perundungan, hingga ruang publik yang aman dari eksploitasi dan perdagangan orang. Kombes Ganis juga menyoroti pentingnya peran media dan dunia usaha dalam memastikan bahwa konten yang dikonsumsi dan produk yang dipasarkan tidak merugikan hak-hak anak. Semua pihak memiliki andil dalam mewujudkan zona aman bagi tumbuh kembang generasi penerus.


Kepada anak-anak, Kombes Ganis menyampaikan pesan yang menggugah: teruslah belajar, raih prestasi, dan jangan ragu bersuara. Negara hadir untuk melindungi, tetapi keberanian untuk melapor adalah langkah awal yang sangat berarti. Momentum Hari Anak Nasional ini diharapkan menjadi titik balik kesadaran bersama bahwa setiap anak berhak atas perlindungan, kasih sayang, dan kesempatan berkembang optimal. Jawa Timur siap menjaga anak-anaknya, karena anak yang terlindungi adalah kunci menuju Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat di 2045. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar